Minggu, 04 Desember 2016

Hasil Pertandingan La Liga Spanyol Pekan 14


SPANISH PRIMERA DIVISION

FT: Granada 2-1 Sevilla FC
[1-0] Andreas Pereira 27'
[2-0] David Lomban 56'
[2-1] Wissam Ben Yedder 90+5' pen

FT: Barcelona 1-1 Real Madrid
[1-0] Luis Suarez 53'
[1-1] Sergio Ramos 90'

FT: Leganes vs Villarreal



Tag: Hasil Pertandingan La Liga Spanyol Pekan 14

Minggu, 27 November 2016

Daftar dan Profile Pembalap MotoGP 2017

DAFTAR LENGKAP PESERTA MOTOGP 2017


Moto GP

MotoGP 2016 telah usai dilaksanakan, dimana Marc Marquez menjadi juara dunia untuk tiga kalinya setelah sebelumnya menjadi Juara Dunia di tahun 2014. Nah, untuk MotoGP 2017 sendiri akan diikuti oleh 23 pembalap. Siapa saja 23 pembalap itu? Berikut 23 pembalap yang ikut serta dalam MotoGP 2017

Dani Pedrosa

1. Dani Pedrosa
Nomor: 26
Tim: Repsol Honda
Kontruksi: Honda
Negara: SPANYOL
Lahir: 29 Desember 1985, 31 Tahun
Juara Dunia 2 (2004, 2005)

Marc Marquez

2. Marc Marquez
Nomor: 93
Tim: Repsol Honda
Kontruksi: Honda
Negara: SPANYOL
Lahir: 17 Februari 1993, 23 Tahun
Juara Dunia 3 (2013, 2014, 2016)

Valentino Rossi

3. Valentino Rossi
Nomor: 46
Tim: Movistar Yamaha MotoGP
Kontruksi: Yamaha
Negara: ITALIA
Lahir: 16 Februari 1979, 37 Tahun
Juara Dunia 7 (2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2008, 2009)

Maverick Vinales

4. Maverick Vinales
Nomor: 25
Tim: Movistar Yamaha MotoGP
Kontruksi: Yamaha
Negara: SPANYOL
Lahir: 12 Januari 1995, 21 Tahun

Jorge Lorenzo

5. Jorge Lorenzo
Nomor: 99
Tim: Ducati Corse
Kontruksi: Ducati
Negara: SPANYOL
Lahir: 4 Mei 1987, 29 Tahun
Juara Dunia 3 (2010, 2012, 2015)

Andrea Dovizioso

6. Andrea Dovizioso
Nomor: 04
Tim: Ducati Corse
Kontruksi: Ducati
Negara: ITALIA
Lahir: 23 Maret 1986, 30 Tahun

Andrea Iannone

7. Andrea Iannone
Nomor: 29
Tim: Suzuki Ecstar
Kontruksi: Suzuki
Negara: ITALIA
Lahir: 9 Agustus 1989, 27 Tahun

Alex Rins

8. Alex Rins
Nomor: 42
Tim: Suzuki Ecstar
Kontruksi: Suzuki
Negara: SPANYOL
Lahir: 8 Desember 1995, 20 Tahun

Sam Lowes

9. Sam Lowes
Nomor: 22
Tim: Aprilia Racing Team Gresini
Kontruksi: Aprilia
Negara: ENGLAND
Lahir: 14 September 1990, 26 Tahun

Aleix Espargaro

10. Aleix Espargaro
Nomor: 41
Tim: Aprilia Racing Team Gresini
Kontruksi: Aprilia
Negara: SPANYOL
Lahir: 30 Juli 1989, 27 Tahun

Bradley Smith

11. Bradley Smith
Nomor: 38
Tim: KTM Factory Racing
Kontruksi: KTM
Negara: ENGLAND
Lahir: 28 November 1990, 25 Tahun

Pol Espargaro

12. Pol Espargarov
Nomor: 44
Tim: KTM Factory Racing
Kontruksi: KTM
Negara: SPANYOL
Lahir: 10 Juni 1991, 25 Tahun

Scott Redding

13. Scott Redding
Nomor: 45
Tim: Pramac Racing (Ducati)
Kontruksi: Ducati
Negara: ENGLAND
Lahir: 4 Januari 1993, 23 Tahun

Danilo Petrucci

14. Danilo Petrucci
Nomor: 9
Tim: Pramac Racing (Ducati)
Kontruksi: Ducati
Negara: ITALIA
Lahir: 24 Oktober 1990, 26 Tahun

Tito Rabat

15. Tito Rabat
Nomor: 53
Tim: Marc VDS Racing (Honda)
Kontruksi: Honda
Negara: SPANYOL
Lahir: 25 Mei 1989, 27 Tahun

Jack Miller

16. Jack Miller
Nomor: 43
Tim: Marc VDS Racing (Honda)
Kontruksi: Honda
Negara: AUSTRALIA
Lahir: 18 Januari 1995, 21 Tahun

Jonas Folger

17. Jonas Folger
Nomor: 94
Tim: Monster Yamaha Tech 3
Kontruksi: Yamaha
Negara: GERMAN
Lahir: 13 Agustus 1993, 23 Tahun

Johann Zarco

18. Johann Zarco
Nomor: 5
Tim: Monster Yamaha Tech 3
Kontruksi: Yamaha
Negara: PRANCIS
Lahir: 16 Juli 1990, 26 Tahun

Cal Crutchlow

19. Cal Crutchlow
Nomor: 35
Tim: LCR Honda
Kontruksi: Honda
Negara: ENGLAND
Lahir: 29 Oktober 1989, 31 Tahun
Hector Barbera

20. Hector Barbera
Nomor: 8
Tim: Avintia Racing (Ducati)
Kontruksi: Ducati
Negara: SPANYOL
Lahir: 2 November 1986, 30 Tahun

Loris Baz

21. Loris Baz
Nomor: 76
Tim: Avintia Rabat (Ducati)
Kontruksi: Ducati
Negara: PRANCIS
Lahir: 1 Februari 1993, 23 Tahun

Alvaro Bautista

22. Alvaro Bautista
Nomor: 19
Tim: Aspar Team (Ducati)
Kontruksi: Ducati
Negara: SPANYOL
Lahir: 21 November 1984, 32 Tahun

Karel Abraham

23. Karel Abraham
Nomor: 17
Tim: Aspar Team (Ducati)
Kontruksi: Ducati
Negara: CEKO
Lahir: 2 Januari 1990, 26 Tahun

Rabu, 02 November 2016

Bukan Cinta Biasa

BUKAN CINTA BIASA

Malam tak pernah meninggal suara-suara darinya. Aku tak sedang bermimpi, tidak juga sedang mengkhayal. Hati yang terpuruk tiba kembali dalan bangunan yang kokoh. Pondasi. Sebab aku menjadi kokoh kembali, berdiri dengan gagah, menyembuhkan luka yang pedih. Pondasi itu tak lain adalah engkau. Engkau yang dulu tak pernah aku kenal. Engkau yang jauh dari seberang lautan. Jadilah engkau yang selalu menjadi pondasi.

Kita belum pernah bertatap muka dengan pasti, tapi entah kenapa aku tiba merasakan benih-benih itu muncul. Apa ini hanya dusta? Tak pernah aku merasakan seperti ini sebelumnya. Aku dingin, dingin kepada siapapun apalagi makhluk perempuan. Lain ini berbeda. Aku mencair menjadi lelaki yang murahan. Itu kata salah temanku.

Perasaan tak pernah berbohong. Aku harus berani dan mengakui bahwa aku cinta engkau. Engkau yang belum pernah aku lihat keindahan matanya. Kita berasal dari orang ysng terluka. Jadilah orang yang sama-sama menyembuhkan, luka. Semoga aku berani dan tegas.

Cinta bukan sekedar janji. Aku tak akan berjanji bahwa aku tak akan melukaimu, suatu saat tanpa disadari aku mungkin menyakiti perasaanmu. Tapi ketahuilah, aku akan berjanji tak akan pernah meninggalkanmu.

For You

Rabu, 26 Oktober 2016

Disini Aku Sedang Meratap

 
DISINI AKU SEDANG MERATAP
 
 
Namamu telah ku hapus dalam hati. Berat rasanya, sakit rasanya, pedih rasanya. Walaupun, aku tak yakin bahwa namamu benar-benar telah hilang. Kadang, kau muncul dengan sendirinya dalam bayang-bayang itu. Bayangan yang terasa menyesakkan dan menyakitkan.
Aku terbangun dalam tangisan tidur itu. Mata ini berat membuka jendelanya, tangisan semalam membuat mata ini perih. Ku pejamkan sejenak mata ini, kemudian ku buka kembali. Aku melakukannya berkali-kali sampai aku benar-benar tersadar dalam perasaan itu. Jam dinding memutarkan jarum dengan cepatnya, walau ku tau aku tak memiliki jam itu. Sinar matahari yang cerah membuat aku 'malas' melangkah.
 
Ah, perasaan itu muncul kembali. Ku ambil sebongkah air dengan gayung yang telah usang. Disiram ke wajah tampan ini dan membuatnya luntur menjadi 'buruk'.
 
Keegoisan? Aku hanya ingin menyelesaikan semua urusan itu dengan baik dan tenang, sehingga tak mengganggu setiap detak jantungku. Setiap aku melangkahkan kaki rasa itu selalu mengganggu pikiran. Aku butuh kejelasan yang sejelas-jelasnya. Tapi, nyatanya kau menghiraukan semuanya. Menganggap masalah ini hanya masalah kecil yang begitu saja kau lupakan. Kau malah dengan tenangnya mempersiapkan diri dengan ujian. Sedang, aku disini meratapi masalah itu dengan pedih. Aku butuh penjelasan.
 
Waktu. Kamu tak ada waktu untuk menjelaskan semuanya. Mungkin sibuk atau memang tak mau memberi aku waktu. Tak pernah memikirkan pikiran orang lain. Siapa yang lebih egois?
 
Aku sadar, aku bukan yang terpenting lagi. Aku hanya lelaki punya kesalahan yang kau dendam selama dua semester. Kini kau telah 'berhasil' membalas dendam itu. Dengan pedih, sepedih-pedihnya. Aku harap kita tak bertemu lagi, karena aku telah mengikhlaskan kamu, bersamanya. Lelaki yang kau idam-idamkan. Jangan pernah berharap lagi denganku. Aku tak akan jatuh kepadamu lagi. Janji.
 
- Udan Udin -

Rabu, 19 Oktober 2016

Kehidupan Baru

KEHIDUPAN BARU

Entahlah. Kehidupan baru ini kadang menyesakkan hati. Takdir, menjadi penghalang antara kita. Tekad yang telah kita bangun entah kemana hilang perginya. Masa lalu selalu menyesakkan.

Ketika kamu tiba-tiba muncul kembali dalam kehidupanku, mengganggu tidur nyenyakku, mengingat kenangan, sakit hati dan pengkhianat. Aku harus melawan semua itu demi kekokohan bahtera sahabat. Sahabat yang engkau junjung tinggi. Kedekatan yang kita lewati, perjalanan yang kita lewati, kenangan yang kau mulai, hanya sebatas sahabat sejati.

Berontak. Hati merasakan keberontakkan itu, membarakan pikiran mengganggu ucapan. Ku ikuti saja semuanya. Nikmati saja. Tapi aku telah berjanji dalam hati ini tuk tak jatuh cinta kepada orang sama. Berkhianat.

Kehidupan baru yang harus kita lewati bersama. Senyumkan saja bibirmu ketika bersahut denganku. Jangan kau palingkan. Jangan menghindar. Walau hati ini teriris oleh senyuman itu. Suaramu menyejukkan hati. Lambaianmu menggetarkan jiwa.

- Ahmad Fahrudin -

Selasa, 18 Oktober 2016

Ketika Agustus Berakhir

KETIKA AGUSTUS BERAKHIR

Bodoh. Mungkin kata yang tepat. Prinsip yang telah menjalar ke dalam hati menembus jiwa dan raga telah rusak. Cinta, aku menyebutnya cinta. Ketika aku telah menggapai buah yang matang, aku terjatuh. Terlalu keras, pukulan yang aku buat, sehingga buah itu tak mau ku genggam. Kesalahan yang menjadikan buah itu sirna kembali. Aku bangkit dalam jatuh, ku tengok buah di langit. Dia telah tiada pergi meninggalkan sendirian.

Waktu, mungkin hanya engkau yang akan mengembalikan buah itu ke dalam bola hati ini. Perih dan sedih, hidup tak ada arti, dunia sepi meninggalkan perasaan. Sesak, rindu, kenangan, menjadi penyakit baruku. Ulang tahun, 8 Agustus usia genap 19. Syukur, ikhlas, sabar, jadi kado terindah.

Buah itu tak pergi selamanya. Hanya merasakan ke bosanan yang aku timbulkan. Apakah kembali? Kurasa iya, tapi tidak akan terjadi kata 'ya'.

Apa yang ku rasakan? Kecewa, pada diriku yang bodoh dengan kesalahan anak kecilnya. Sakit, hati ini merasakan semuanya. Sabar, aku punya mereka yang menyabarkanku. Teguh, imanku tak akan sirna ditelannya. Rambut hilang, ku potong mahkota ini demi orang lain tau bahwa aku sedang kesepian. Aku butuh tawanya, aku butuh kagetnya, aku butuh ejekannya, karena aku merasa sepi. Chatting, aku hanya bisa mengingatnya dalam hati sembari senyum sendiri.

Dieng, saksi hidup bahwa aku pernah merasakan dinginnya bersamamu. Rumahku, menyesakkan, kenanganmu telah membatu. Jumat, serasa ada yang menungguku di setiap jumatku. Bis, buah itu pernah bersandar dalam pundak ini. Anak kecil yang menjadi saksi dalam bis. Makan, pertama makan bersama penuh rasa malu dalamnya, pendiem dan malu, aku ingat wajahmu itu. Pulang, malam yang sunyi pernah kita lewati bersama. Hujan, dulu kita satu payung berjalan, basah. Gor, tempat kencan pertama, bersama pagi yang buta. Taman, indahnya pagi, soto traktiran, telat rapat. Rindam, aku dikagetkan kamu, tapi aku tidak kaget, menunggu di depannya. Pernah bermimpi? Kita pernah bermimpi menjadi pasangan yang halal, aku menggendongmu, aku menciummu, aku memelukmu, aku memijitmu, kita akan punya anak 2 atau 3. Aku beri nama 'Fahmi'. Sekali lagi itu mimpi. Hal yang belum tercapai? Aku ingin mengucap, aku ingin bertemu sekali, melihat senyummu, merasakan kehangatan bersamamu, akan ku katakan bahwa aku meminta maaf karena dulu aku tak memetiknya, dan baru ini aku memetiknya, aku suka buah itu, aku cinta buah itu, aku sayang buah itu, sembari ku tulis cinta ditangan tanganmu. :)

Semoga kita masih diberi kesempatan bersama lagi. Walau hati terlalu keras menerima semuanya. Aku hanya orang yang mengatur saja, niatku kamu tak sakit, kamu solat. Sifat su'udzon, bagaimana tak merasakannya, buah tak pernah memberi bijinya. Aku hanya manusia bodoh yang punya salah dan kekurangan. Selamat dipetik kembali oleh orang pantas. Terima kasih semuanya. Aku cinta kamu :)

Senin, 17 Oktober 2016

Sebuah Pesan 13 Juni

SEBUAH PESAN 13 JUNI

Assalamualaikum wr. wb.
Waktu, berjalan tanpa mengenal dan tanpa mengerti. Menyiksa tanpa pandang dan tanpa peduli. Menghiasi dalam suka dan sedih.
Dalam waktu yang semakin panjang kita lalui, telah banyak cerita dan sandiwara di dalamnya. Banyak pelajaran yang dapat kita rasakan.
Tua, telah di depan mata. Pelajaran yang dirasapun semakin banyak. 13 Juni, kau dilahirkan dalam dunia. Dunia yang penuh tipu daya, penuh sakit, penuh duka.
Tapi tua, mengajarkan kita menjadi engkau yang penuh pelajaran, optimisme, semangat, bersyukur, dan ikhlas.

Buku, mungkin menjadi kado termurah buat kau. Tapi ketika kau menulis pelajaran yang telah dirasa, buku menjadi kado termahal dalam hidupmu.

Cinta? Dalam hidup aku tak pernah percaya dengan cinta.
Aku pernah tertipu dengan cinta. Hanya terang yang bersinar dalam kesinaran, tak berguna.
Aku sedang berjalan dalam kepercayaan cinta. Dan kau, pernah berjalan dalam cinta ini.
Janji? Aku tak memerlukannya, hanya tekad.

Aku teringat dengan janji-janjimu, membuat aku merinding. Tapi sekarang? Kau yang hanya bisa menjawabnya.

Berjalanlah dengan rasa optimis, berusahalah dengan tekad yang kuat. Jadikan aku menjadi cinta yang dapat dipercaya.
Tak ada terlambat dalam cinta
Maaf jika aku banyak membuat kesalahan denganmu. Aku tak bermaksud untuk memunafikan ucapanku. Selama ini aku belum merasakan rasa dalam hati sebab aku belum mengenalmu, bahkan wajahmu aku tak kenal.
Sekarang, aku mengenalmu, tapi kau diam. Kau pergi entah kemana. Rasa peduli, kasih sayang, bahkan mungkin cinta telah sirna dalam hidupmu.

Tanpa kamu sadari kamu pun menyiksaku. Selamat ulang tahun. Isi lembaran hidup dengan penuh pelajaran.